Langsung ke konten utama

Postingan

Sholat Sunnah Pindah Tempat

Dalam menjalankan sholat wajib, adakalanya menjalankan sholat sunnah. Dalam hal ini tentu ada pertanyaan untuk yang belum paham. Dari pertanyaan yang saya ajukan kepada guru saya, shalat sunnah yang dilakukan baik sebelum atau setelah menjalankan sholat wajib kenapa ada yang berpindah tempat?. Guru saya menjawab, karena tempat kita menjalankan sholat akan menjadi saksi pada saat kita di akherat nanti, yaitu saat penghisaban. Bagi yang sudah tau tentang hukumnya mungkin akan melakukannya, untuk yang tidak tau tentu akan berfikir, kenapa harus susah-susah mencari tempat lain.

Antara Nabi Musa dan Nabi Khidr

Peristiwa yang amat tinggi hikmatnya dicantumkan Allah dalam firman-Nya Al-Quran, lebih-lebih bagi ahli pengetahuan dan ahli fikir,ialah peristiwa dan percakapan antara Nabi Musa a.s. dan Nabi Khidr a.s. mungkin karena Musa sebagai Rasul Allah yang diberi mukjizat sampai dapat mengalahkan Firaun dan bala tentaranya yang kuat dan besar jumlahnya, Musa timbul perasaan bahwa ia ahli, paling lengkap pengetahuannya. Perasaan yang demikian tidak diizinkan Allah berada dalam hati setiap Nabi dan Rasul-Nya. Allah mewahyukan kepada Musa seperti juga yang diwahyukan kepada Nabi dan Rosul lainnya, bahwa: “Diatas seorang yang berilmu masih ada orang yang lebih berilmu” (FAUQA ZDI ILMIN ALIMUN”), sebagai tersebut dalam Al-Quran surah 12 Yusuf ayat 76.

Wanita Muslimah Memakai Jilbab

Wanita muslimah sangat dianjurkan untuk memakai jilbab dimanapun berada. Wanita boleh membuka jilbabnya pada saat di rumah, dengan tidak ada orang lain selain keluarga. Syarat memakai jilbab yaitu: Menutup aurat, rambut, kulit, bentuk tubuh, menutupi bagian kepala sampai dibawah dada. Tidak terawang/ tidak kelihatan warna kulitnya, rambut tertutup dengan rapi, 

Nabi Khidr membunuh seorang pemuda

Nabi Khidr membunuh seorang pemuda “Nabi Musa dan Nabi Khidr berjumpa dengan seorang pemuda, maka Khidr membunuhnya. Berkata Musa: “Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih itu, bukan karena ia membunuh orang lain?” Sesungguhnya engkau sudah melakukan yang mungkar”. “Khidr berkata: “Bukankah sudah ku katakana kepadamu, bahwa sesungguhnya engkau tidak akan dapat sabar bersamaku”. “Musa berkata: “Jika aku bertanyakepada engkau tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah engkau memperbolehkanku menyertai engkau, sesungguhnya engkau sudah memberi uzr (maaf) kepadaku”. Referensi Bey Arifin H., Hidup Sebelum Mati, C.V. Kinta Jakarta 1992

Kisah Surah Al-Baqarah

Kisah  Surah Al-Baqarah Pada zaman Nabi Musa a.s. telah terjadi peristiwa penting yang dialami Bani Israil. Kisah ini telah diabadikan Allah SWT dalam surah Al-Baqarah(sapi betina), sehingga kisah ini dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh umat manusia sampai yaumul kiyamah nanti. Surah Al-Baqarah yang terpanjang di dalam Al-Qur’an tentang peristiwa sapi betina. Didalam surah Al-Baqarah yang mengisahkan peristiwa tentang ketidak jururan, akal bulus yang sangat buruk untuk mencari materi keuntungan materi, dan membohongi Nabi Musa a.s.          البقرة Diantara kaum Bani Israil terdapat seorang bapak yang sangat baik dan sudah tua, dia mempunyai seorang anak yang masih kecil yang telah ditinggal ibunya sejak lahir. Bapak ini memberikan semua perhatian kepada anaknya. Dia juga mempunyai rumah sederhana, pekarangan, dan seekor sapi betina yang sangat ia cintai. Dia berwasiat kepada anaknya, jika dia telah meninggal dunia pe...

Minta melihat Allah secara nyata

Diantara sifat Bani Israil yang keterlaluan, mereka menuntut kepada Nabi mereka Musa a.s. agar Musa dapat memperlihatkan Allah secara nyata kepada mereka. Tuntutan berlebihan yang menunjukkan sifat kekafiran ini dijawab Allah secara langsung. Semua mereka yang menuntut itu langsung disambar petir sampai semuanya pingsan setengah mati. Firman Allah surah 2 Al-Baqarah ayat 55: “Dan ingatlah ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman dengan engkau sebelum kami melihat Allah dengan nyata. “Karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Referensi Bey Arifin H., Hidup Sebelum Mati, C.V. Kinta Jakarta 1992

Peristiwa hari sabtu

Peristiwa hari sabtu   Bani Israil gampang sekali melanggar perintah agama (Allah) untuk mendapatkan keuntungan materi yang tak berarti. Hal ini diabadikan Allah dalam Al-Quran untuk menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia agar jangan meniru sifat jelek mereka tersebut. Firman Allah surah 2 Al-Baqarah ayat 65-66: “Dan sungguh sudah kamu ketahui orang-orang yang melanggar pada hari sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kera yang hina”. Hari sabtu adalah hari khusus untuk beribadat bagi orang-orang Yahudi, tidak boleh mengerjakan apa saja selain ibadat, tetapi setelah melihat banyak ikan berkeliaran di pinggir pantai dihari sabtu, mereka lalu menangkap ikan-ikan itu dihari sabtu. Allah marah lalu memerintahkan semua mereka yang menangkap ikan itu menjadi kera yang hina. Menurut sebahagian ulama, bukanlah mereka menjadi kera, tetapi sifat dan tabiat mereka disamakan dengan sifat kera, tetapi mungkin juga karena ketamakan itu, muka mereka semakin lam...